
Yang hilang dan terlupakan
Terseok-seok dalam ingatan
Dan kembali menghilang
Ku coba ku kais, ku rengkuh sebuah bayang
Pesonamu dalam sebuah catatan

Yang hilang dan terlupakan
Terseok-seok dalam ingatan
Dan kembali menghilang
Ku coba ku kais, ku rengkuh sebuah bayang
Pesonamu dalam sebuah catatan

Tertatih-tatih menyusuri reruntuhan hati
Tercabik dan tersakiti
Dalam dilema diri
Memahami makna “Pengertian”

Kusibak tirai
duh, betapa elok pesona aurat-mu
tawarkan dahaga birahi hewani-ku
campakan sesaat imanku
ku tutup pintu, kunikmati kesendirianku
bersama ritual-ritual persembahanmu
kugadaikan surga di akhiratku
demi nafsu

Kusujudkan dahiku kembali
Dingin menyentuh ubin
Pagi itu jam setengah tujuh
Dalam syahdu doa-doa dan pepujian
Empat kali sujud, dalam khusyuk dua rakaat
Hanya itu ibadah-mu setahun
Tenang kawan !!
Masih ada lebaran haji
Bekal tambah sholat sunah-mu jadi empat
Bisik iblis, tertawa sinis di gendang telinga

Kulabuh-kan kaki-ku dibawah bayang bukit
Suatu senja di surau reyot, milik pak Haji
Terdengar serak alunan ayat-ayat Tuhan
Hening dan syahdu berteman Kitab suci
Usang memang, tetapi penuh makna
Berkelebat, megah sebuah tempat ibadah
Berkubah emas, bertiang marmer
Berhiaskan Kitab suci dalam barisan ribuan rak
Tetapi sunyi, tak ada arti

Yang telah kembali dari jauh
Terkuak dalam timbunan rongsokan berjuta nafsu
Menggeliat, memamerkan karisma
Bersama wewangian bunga melati-mu
Menyeret-ku ke dalam peraduan
Memaksa-ku berteman dengan iblis
Kembali

Engkau yang sering menggerutu
Tapi sering juga ku biarkan
Padahal aku tau pasti, engkau yang benar
Tak peduli !!
Aku berhak atas hidupku
Sesuka-ku
Menggerutulah kawan….

Sejenak lupakan-mu
Hempaskan tubuh
Dalam penat
Dalam alunan musik
Dan secangkir kopi

Berkelebat, samar seperti bayang bermain di kelopak mata
Datang mengolok-olok lalu pergi
Tak pedulikan-ku yang terus memikirkan-mu
Merenda luka-ku dalam himpitan oase

Mungkin aku tak bisa mengejarmu
Walau sangat ingin ku menjamahmu
Cuma terpendam dalam haru biru
Dalam isak tangis dan sendu
Membiarkanmu
Tersapu dan pergi bersama rindu